My Archive

October 7, 2009

Skenario “Economic Calamity” (Malapetaka Ekonomi) Illuminati (Zionism International)

Filed under: Money — mandrivalover @ 4:43 am
Tags:

Berikut ini kami akan membeberkan secara detail tentang fenomena Malapetaka Ekonomi berdasarkan wawancara Pastor Lindsey Williams yang dilakukan oleh Gianni Hayes di Radio Suara Amerika. Pastor Williams adalah seorang pastur yang bekerja di lingkungan salah satu korporasi yang menyalurkan pipa minyak terbesar di Alaska dan mengklaim sangat dekat dengan mereka yang Williams sebut sebagai “The Ellite”. Dalam hal ini “The Ellite” yang dimaksud oleh Williams tidak lain dan tidak bukan adalah salah satu kepanjangan tangan dari Illuminati, yaitu organisasi gerakan Zionisme Yahudi yang tertinggi dan paling rahasia yang pernah diketahui publik. Williams sendiri menyebutkan bahwa “The Ellite” bekerja di bawah perintah yang Williams sebut sebagai “The Real Power” atau penguasa sebenarnya, yaitu gerakan Zionisme Yahudi. Semenjak berita ini dikeluarkan, hingga kini bertambah besarlah gerakan boikot produk-produk Zionisme dan gerakan Anti-Smith (Anti Yahudi) di Amerika Serikat. Sebelum wawancara ini dilakukan, Williams sendiri sempat membeberkan kepada publik tentang “ramalannya” terhadap turunnya harga minyak dari USD 140.00/barel menjadi kurang dari USD 50.00/barel. Williams pun mengakui kalau berita itu dia dapat dari jajaran “The Ellite” sendiri. Saat ini perang besar sedang terjadi, bukan perang militer atau fisik, melainkan perang pemikiran dan perang ekonomi, yaitu perang yang oleh orang Muslim disebut sebagai “Ghawzhul Fikri”.

Skenario “Malapetaka Ekonomi” ini adalah sebagian dari skenario Illuminati yang sudah, sedang, dan akan terjadi beberapa waktu kedepan. Skenario ini adalah skenario yang sudah dijalankan oleh gerakan Zionisme Internasional sejak teori ekonomi “Wealth of Nations” Adam Smith muncul. Dari namanya saja (Smith-Semit-Yahudi) kita sudah tahu kalau Adam Smith adalah seorang Yahudi. Karena semenjak teori tersebut muncul, muncul pula “penyakit-penyakit ekonomi”, dan perekonomian yang sudah berjalan dengan bersih dipaksa untuk menerapkan praktek-praktek kotor “teori meja judi” demi menyuburkan benih-benih gerakan Zionisme Internasional. Untuk diketahui bersama, bukan hanya Kapitalisme saja faham yang mereka buat demi menyuburkan gerakan ini, begitupula faham Komunisme. Mereka membuat dua faham besar ini seolah-olah bertarung demi merebut kekuasaan dunia, padahal dari dua faham besar inilah mereka dapat bertahan hidup. Tentunya masih segar dalam ingatan para ahli politik dan sejarawan tentang dukungan Amerika Serikat (Dedengkot Kapitalis) dan dukungan Uni Soviet (Dedengkot Komunis) saat gerakan Zionisme Internasional memproklamasikan pembentukan Negara Israel di tanah Palestina.

logo Illuminati, sang “Iblis Raksasa bermata satu” (Dajjal) yang datang menjelang kiamat untuk menguasai dunia dan menebar teror.

Berikut adalah catatan-catatan Williams tersebut :

1.“The Ellite” sebagai pengendali ekonomi Kapitalisme dunia, tentulah dapat pula mengendalikan harga-harga beberapa komoditi penting internasional. Dalam hal ini adalah Minyak Bumi. Saat harga minyak sudah setinggi USD 140.00/barel, negara-negara pengonsumsi minyak seperti Indonesia tentunya merasakan kesulitan yang seakan mencekik leher rakyatnya. Namun berbeda cerita dengan negara-negara penghasil minyak seperti negara-negara Arab, dan terutama sekali adalah Iran, mereka mendapatkan keuntungan yang sangat-sangat besar dari kenaikan harga ini. Karena dengan menjatuhkan harga minyak hingga dibawah USD 50.00/barel, “The Ellite” dapat memotong lebih dari 75% keuntungan mereka. Ketakutan atas Iran yang dipimpin oleh Presiden Ahmadinejad telah memberikan peringatan besar kepada gerakan Zionisme Internasional untuk mengingat kembali ramalan Nabi Muhammad tentang “The Islamic Golden Era” episode kedua yang dapat terjadi di awal milenium ini. Kekayaan yang didapatkan oleh negara-negara Arab juga sedikit banyak digunakan pula untuk membiayai kegiatan dakwah Islam di seluruh dunia. Berbeda cerita pula saat Presiden Chavez mengetahui hal ini, karena Venezuela pun merupakan negara penghasil minyak terbesar di dunia yang tidak ingin ikut merugi. Selain itu, pengalihan besar-besaran mata uang Dollar ke Euro sebagai penukar minyak oleh banyak negara OPEC menjadi salah satu pemicu kemarahan “The Ellite”. Imbasnya, sang pemrakarsa “mengganti Dollar ke Euro”, Saddam Hussein pun berakhir di tiang gantungan oleh “The Ellite” tersebut.

2.Aktiva cadangan dunia adalah dolar dan dolar mendominasi aset seperti Treasury Debt Amerika Serikat. Selama kurun waktu tiga puluh tahunan ini, negara-negara Arab memutar petro dolar mereka ke dalam Treasury Debt Amerika Serikat. Padahal Negara-negara pemakai Dollar tersebutlah yang telah membiayai kelangsungan hidup Amerika Serikat dan hutang-hutang Amerika Serikat. Apabila Dollar ditinggalkan, maka hancurlah Amerika Serikat. Hal ini dilakukan berdasarkan perjanjian dengan perbankan di New York dan Departemen Keuangan Amerika Serikat. Pengaturan tersebut sesuai dengan skenario “New World Order” (Tata Dunia Baru), yaitu digagalkannya Bretton Wood Agreement pada tahun 1971. Sekarang mereka sedang mengalami kebangkrutan yang dengan disengaja, oleh karena itu negara-negara OPEC/Arab tidak lagi berkeinginan atau mampu untuk membeli Treasury Debt. Karena itu bunga hutang Amerika Serikat (yang saat ini melebihi 15 triliun dollar) tidak lagi dibiayai oleh kreditur asing. China, India, dan negara-negara di Asia lainnya melakukan hal yang sama. Mereka meninggalkan dolar yang mendominasi asetnya, oleh karena itu, The Fed (Federal Reserve) saat ini memborong keseluruhan Treasury Debt yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat untuk menutupi biaya hutang atas utang negara kapitalis tersebut. Inilah yang disebut dengan monetization dan itulah penyebab inflasi yang tinggi. Untuk menempatkan hal ini dalam perspektif, apa yang disebut dengan bailout sebenarnya tak lain hanyalah sebuah perampokan tanpa senjata sejumlah 700 miliar dolar, yang jumlah sebenarnya adalah 8.5 triliun dolar. Semua jumlah uang ini merepresentasikan lebih banyaknya jumlah hutang yang “diciptakan” oleh The Fed yang kemudian ditambahkan ke dalam hutang negara. Selain itu benar-benar hal tersebut dijadikan sebagai penyebab inflasi, kemudian kita akan membayar bunganya (upeti) atas hutang tersebut kepada para bankir untuk selama-lamanya.

3.Emas dan Minyak secara umum kedua-duanya bergerak, misalnya ketika harga minyak naik, demikian pula harga emas. Hal ini bukanlah merupakan kasus sejak harga minyak di pasar jatuh. Emas telah memperlihatkan kekuatan yang relatif sangat besar terhadap harga minyak. Oleh karena itu kuatnya permintaan di seluruh dunia serta spekulasi adanya hubungan antara emas dengan minyak tidak lagi akan berlanjut. Emas dewasa ini bergerak secara bebas dari minyak. Sedikit catatan dari kami adalah tentang penggunaan emas dan perak sebagai mata uang pada zaman Para Nabi. Nabi Muhammad memilih Dinar (Mata Uang Emas) dan Dirham (Mata Uang Perak) sebagai alat tukar adalah karena harganya yang memiliki kecenderungan stabil. Kita ambil contoh, harga Kambing pada zaman dahulu hingga saat ini adalah 1 Dinar (Saat ini 1 Dinar kurang lebih Rp. 1,5 juta). Dan semenjak teori ekonomi “Wealth of Nations” muncul itulah konspirasi penggantian emas dan perak menjadi uang kertas yang “tidak berharga emas”, dan semenjak itulah muncul “Penyakit Mata Uang”. Siapa lagi yang mengusung ide ini kalau bukan gerakan Zionisme Internasional.

4.Tahun 2009 ini, Amerika Serikat akan menghadapi kehancuran finansial secara total. Dolar juga akan jatuh nilainya, dan hal itu akan membutuhkan waktu bertahun-tahun bagi Amerika Serikat untuk dapat memulihkannya.

5.OPEC telah melakukan pengurangan produksi minyaknya secara mantap, akan tetapi mereka tidak bisa mempengaruhi suplai minyak untuk mempengaruhi harga minyak dunia.

6.Williams mengatakan bahwa Kepausan dan Jesuit tidak ada sangkut-pautnya dengan apa yang sedang terjadi. Kesalahan terbesar adalah berasal dari gerakan Zionisme Internasional. Kalaupun ditemukan sangkut-pautnya, kaum kristiani selama ini hanyalah dijadikan sebagai alat oleh gerakan Zionisme Internasional.

7.Williams juga mengatakan bahwa Amerika Serikat mempunyai cadangan minyak lebih dari cukup di wilayahnya sendiri untuk kebutuhan sendiri, akan tetapi “The Ellite” tidak mempunyai maksud untuk mengembangkan sebuah ladang minyak yang besar di wilayah Amerika Serikat maupun di Alaska. “The Ellite” tidak akan pernah mengijinkan negara itu untuk menjadi independen dari energi, dan mereka berniat untuk tetap melanjutkan menjadikan Amerika Serikat bergantung kepada sumber-sumber minyak asing. Ketergantungan adalah kata lain dari kontrol terhadap dunia. Selanjutnya Williams menyebutkan ladang minyak yang baru saja ditemukan oleh USGS terletak di Montana dan North Dakota. Dia mengatakan bahwa deposit ladang minyak tersebut sebesar 320 miliar barel yang hanya merupakan 10% dari jumlah cadangan. Deposit Minyak ini berharga sekitar 15 triliun dolar. Salah seorang senator dari Montana telah menyampaikan hal ini kepada Kongres. Namun sepenuhnya laporan tersebut diabaikan baik oleh Kongres maupun media.

8.Williams kemudian menceritakan tentang kemenangan Obama. Mengenai Obama. “Tidak masalah siapa yang dimenangkan dalam pemilihan.” Orang-orang yang mengendalikan di sekitar Obama sebagian terbesarnya adalah anggota the Council on Foreign Relations. “The Ellite” dan “Globalis.” Mereka pada dasarnya adalah orang-orang yang sama yang mengendalikan perjalanan administrasi Clinton dan kedua Pemerintahan Bush. “Pastikan bahwa tidak akan terjadi perubahan, baik dalam kebijakan dalam negeri maupun luar negeri. Karena semenjak Yahudi (gerakan Zionisme Internasional) menguasai Amerika Serikat, semenjak itulah takdir Amerika ditentukan melalui tangan-tangan mereka. Mengenai kebijaksanaan ekonomi Obama akan menjadi Hoover yang lain. Dengan kata lain Obama akan mengikuti perintah-perintah yang disampaikan kepadanya dan akan membidani malapetaka perekonomian Amerika Serikat yang akan segera terjadi beberapa saat lagi. Obama adalah seorang Presiden yang tidak penting, yang memang dipilih oleh “The Ellite”, kemudian dilatihnya, dipelihara, penampilan palsunya dibungkus dengan rapi kemudian dijual kepada publik Amerika yang mudah ditipu, naif dan malas.

9.Karena berkurangnya pendapatan negara-negara Arab yang luar biasa, yaitu sebesar 75%, Dubai akan menjadi sebuah “wilayah kosong.” Mereka telah menunda semua pembangunan konstruksi gedung-gedung utama di Dubai. “Tidak akan ada perubahan di masa datang.”

10.Semua negara-negara Arab sedang meluncur ke dalam sebuah kondisi depresi ekonomi. Rencana anggaran belanja mereka mendasarkan atas harga minyak sebesar USD 80.00/barel, sehingga mereka melakukan pemotongan belanja pembangunan mereka secara dramatis—-terutama anggaran untuk membiayai infrastruktur dan pekerjaan umum.

11.Selain dari pada itu mereka juga tidak lagi menjadi pembeli Treasury Debt Amerika Serikat, Negara-negara Arab/OPEC saat ini dengan aktif menjual Treasury Debt yang masih mereka miliki. Hal serupa juga sedang terjadi di negara-negara Asia, terutama Cina. Ini tentu saja jumlahnya mencapai trilyunan dolar dari nilai Treasury Debt dan lain-lainnya. jika The Fed saat ini merubah instrumen hutang ini, maka mereka harus melakukannya karena merekalah sebagai pembeli terakhir, dan tindakan ini akan benar-benar menjadi penyebab inflasi yang tinggi. Negara-negara Arab,OPEC, dan Asia mengonversi dolar mereka dan mengganti aset dolar mereka dengan emas serta aset keras lainnya.

12.Tujuan jangka panjang gerakan Zionisme Internasional adalah “Novus Ordo Seclorum” atau “ New World Order” yaitu sebuah tatanan dunia baru dengan mereka adalah pengendalinya dan pemilik segalanya. “Mereka berniat untuk memecah-belah kita.”

13.Harga bensin di Amerika Serikat kira-kira akan tetap bertahan pada kisaran USD 1.50 setiap galonnya selama setahun atau satu setengah tahun kedepan. Hal ini berakibat mematikan pendapatan pemerintah negara bagian dari pajak gas. Secara keseluruhan, penghasilan pajak negara bagian sedang mengalami penurunan. Dengan hal tersebut dimungkinkan banyak negara bagian yang akan bangkrut, terutama negara bagian California.

14.Gerakan Zionisme Internasional bermaksud untuk mengendalikan harga minyak dunia dengan cara dumping sejumlah besar minyak mentah di pasaran untuk menjatuhkan harganya. Mereka berniat untuk menggunakan sumber lainnya, salah satunya adalah ladang-ladang minyak di Indonesia yang baru saja “The Ellite” beli dengan berbagai perusahaan minyak mereka. (Seperti Exxon mobile, Chevron, Shell, dll.) Ladang-ladang minyak di Indonesia ini mempunyai cadangan lebih dari 300 miliar barel! Williams juga menyebutkan ladang minyak lainnya di Rusia bagian utara.

15.Tujuan akhir mereka di Amerika Serikat adalah untuk “menghancurkan Amerika Serikat.” Pada saat yang bersamaan “The Ellite” juga mencari cara untuk mengonsolidasikan kontrol terhadap semua aset penting lainnya. “Mereka” telah menjadi pemilik dan pengendali bank dan media. (Williams tidak mengatakannya, tetapi jelas mereka juga mengendalikan industri minyak.) “The Ellite” bermaksud untuk mengontrol seluruh industri mobil. Menurut Williams, “Mengapa tidak membeli industri mobil? Semua yang mereka perlukan adalah menciptakan kredit dalam sebuah catatan komputer.” Pengambilalihan industri mobil akan terjadi ketika saatnya tiba. Mereka juga mengupayakan kontrol atas semua real estate yang berharga untuk dimiliki. Menurut Williams, semua orang akan membayar sewa setelah mereka berhasil melakukan konsolidasinya. Lagi-lagi dia menekankan bahwa “Setelah beberapa tahun terjadi kehancuran yang mereka ciptakan, mereka bermaksud akan menjadi pemilik segalanya.” Dan akhirnya mereka akan mencari kembali “negara inang” sebagai pengganti dari Amerika Serikat. Dilihat dari negara mana yang akan menjadi target mereka selanjutnya adalah negara yang memiliki sumber daya yang sangat besar dan sangat mudah untuk dikendalikan. Musuh mereka saat ini adalah Islam. Dan setelah orang kristiani dapat mereka taklukan, kini saatnya mereka menaklukkan Dunia Islam. Tentu saja Indonesia memiliki semua kriteria yang mereka inginkan.

16.Rusia adalah sebuah negara besar utama dunia. Akan terjadi ketegangan yang meningkat antara Barat dan Rusia, dan itu sudah mulai terlihat semenjak dua negara raksasa ini saling menyombongkan diri mereka dengan membangun pangkalan peluncuran misil di Eropa Timur dan Eropa Tengah. Tengoklah ke masa Perang Dingin. Sebagai tambahan, harga minyak yang rendah saat ini benar-benar menyakitkan Rusia. Mereka harus mendevaluasi nilai tukar Rubel (mata uang Rusia) sampai tujuh kali.

17.Tidak akan ada serangan terhadap Iran. Tidak akan ada perang dengan Iran. Orang Amerika tidak akan mendukungnya. Mereka berniat untuk melaksanakan tujuannya untuk menghancurkan Iran melalui cara-cara ekonomi. Mereka takut terhadap kekuatan Islam yang sebenarnya sangat-sangatlah besar. Mereka akan memenuhi tujuan untuk menghancurkan Iran tanpa harus perlu menciptakan “false flag” seperti yang pernah terjadi dalam peristiwa Sebelas September 2001. Untuk menjadi catatan bahwa peristiwa 911 WTC adalah perbuatan dan salah satu skenario gerakan Zionisme Internasional yang telah disusun rapi semenjak 300 tahun lampau. (Merujuk pada bukti-bukti yang ditemukan pada teka-teki mata uang Dollar Amerika)

18.Dalam kurun waktu antara enam sampai sembilan bulan kedepan Amerika Serikat akan mengalami ledakan hiperinflasi penuh. Bahkan warga Amerika dihimbau untuk : “Beli apapun yang Anda perlukan sekarang juga!!! Siapkan makan malam Anda SEKARANG!” Kondisi dewasa ini sedang mengarah kepada peristiwa “Great Depressions” yang pernah terjadi pada tahun 1933.

19.Negara-negara dunia, terutama Cina, sedang melakukan dumping mata uang dolar AS, dan membeli emas. Disini terlihat bahwa warga dunia baru menyadari bahwa emas begitu berharga dibandingkan “kertas hijau”. Penipuan besar-besaran yang dilakukan oleh “Wealth of Nations” dan gerakan Zionisme Internasional beberapa abad ini sudah mulai terungkap.

20.Alasan mengapa di Amerika Serikat untuk memperoleh emas begitu sangat sulit untuk orang yang akan membelinya, karena “The Ellite” tidak menginginkan orang lain untuk bisa melindungi dirinya sendiri. Mereka tidak ingin orang lain mempunyai sesuatu yang NYATA atau REAL. Adalah sulit untuk menemukan sejumlah Emas yang signifikan di Amerika, termasuk juga Perak! Investasi emas dan perak adalah hal yang sangat rasional saat ini. Di belahan dunia lain (Arab dan Indonesia) bahkan mereka mencetak kembali mata uang kuno zaman Para Nabi, Dinar dan Dirham. Sejumlah petinggi-petinggi Negara Islam saat ini tengah membicarakan penggantian mata uang Islam-universal menjadi Dinar dan Dirham.

21.Gerakan Zionisme Internasional takut bilamana orang membeli emas karena emas adalah sesuatu yang mereka TIDAK bisa mengendalikannya. “The Elite” berpikir bahwa hanya merekalah yang harus memiliki emas. Mereka menganggap Emas sebagai uang atau alat tukar-menukar yang sebenarnya. (Orang Yahudi masih memegang ajaran Para Nabi terdahulu, namun hanya ajaran yang menguntungkan mereka saja!)

22.Ketakutan mereka yang paling besar adalah bila warga dunia sadar dari “tidur nyenyaknya”. Sesungguhnya mereka dilanda ketakutanyang teramat besar . Mereka tidak berniat untuk memaksakan hukum darurat perang. Mereka percaya hal ini akan menyebabkan sebuah revolusi bersenjata dan bahwa mereka tidak menghendakinya. Terutama kekuatan Islam yang kian hari semakin besar, bahkan sebagian dari orang-orang Yahudi kini sudah memeluk agama Muhammad ini.

23.Orang Amerika ketakutan terhadap Obama. Keesokan hari setelah pemilihan presiden, toko senapan di seluruh Amerika Serikat habis diborong oleh warga negara yang takut dan terkejut atas kemenangan Obama. Wall Mart melaporkan bahwa keesokan hari setelah pemilihan presiden penjualan perlengkapan senjata mereka naik sebesar 400%. Angka tersebut adalah sebuah catatan dalam penjualan perlengkapan senjata dalam tempo satu kali dua puluh empat jam. Hal ini berlanjut selama beberapa minggu setelah pemilihan. Dengan jelas perilaku rakyat Amerika ini merupakan refleksi dari rasa takut yang besar.

24.“Global Warming” Pemanasan Global adalah salah satu skenario mereka yang terlihat bagaikan “cahaya surga” untuk penghijauan dunia. Padahal Al Gore sendiri adalah bagian dari “The Ellite” itu sendiri. Seseorang yang bagaikan Nabi Nuh yang menolong warga dunia dari bencana “kiamat” itu tidak lain dan tidak bukan adalah seorang Yahudi! Skenario sesat ini ditujukan untuk kehancuran negara-negara industri baru (China, India, Rusia, Brazil, dan Indonesia) dan negara-negara berkembang yang masih mengandalkan kayu-kayu dari hutannya. “Tanpa disuruh dan dibantu, Bumi semenjak miliaran tahun yang lalu dapat me-recovery dirinya sendiri.” Cobalah cek “teori yang sebenarnya” dari buku “Fragile Science” oleh DR. Robin Baker dari University of Manchester (Versi Indonesianya berjudul “Sains yang Sesat”).

25.Tujuan gerakan Zionisme Internasional adalah Total Kontrol semuanya secara global (Novus Ordo Seclorum – New World Order – Tata Dunia Baru). Dunia dalam satu kepemimpinan (Globalisasi). Bank Global (World Bank). Currency Global, dan lain-lain. Globalisme bisnis Tata Dunia Baru ini selalu menyertakan pasukan (tentara) global, dan sebuah agama global.

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah, atau kalaupun sudah terlambat, mempertahankan hidup dari hal ini?

1.Laksanakan keyakinan spiritual anda sesuai dengan yang seharusnya dikerjakan. Semakin anda mendapatkan Ruh Illahiah, maka anda akan semakin siap menghadapi mereka, sesungguhnya mereka takut pada kita saat kita bersatu. Banyak-banyaklah beribadah, berdoa, beramal, dan membantu orang lain. Salah satu bukti bahwa semakin anda beriman, maka semakin takut mereka adalah ketakutan mereka terhadap “The Islamic Golden Era” yang telah diramalkan oleh Nabi Muhammad. Dianjurkan untuk Kaum Kristiani untuk meninggalkan mereka dan berhenti melayani skenario jahat mereka. Kalian harus bersatu dengan orang Muslim jika ingin menang. Ingatlah bahwa kalian bukanlah umat beragama terbesar lagi di dunia ini. Predikat itu sudah jatuh ke tangan orang Muslim, dan untuk dapat mengalahkan mereka harus memiliki kekuatan yang sangat besar.

2.Jangan begitu mudahnya percaya terhadap media, karena sebagian besar media, baik cetak maupun elektronik di seluruh dunia ini sudah dikuasai mereka.

3.Banyak-banyaklah mencari ilmu pengetahuan, dan banyak-banyaklah berpikir! Gunakan otak anda yang selama ini “tertidur” dan bersihkanlah dari polusi gaya hidup hedonisme dan pengaruh jahat mereka.

4.Jauhkan diri anda dari pengaruh Televisi!! Masih banyak hiburan selain Televisi! Tanpa anda sadari “Kotak Sihir” itu telah meracuni diri anda dan anak-anak anda. Semakin sering anda bergaul dengan televisi, maka semakin sering anda akan menjadi malas, pelupa, dan mengalami pengurangan kecerdasan. Ada salah satu tes yang dilakukan di Rusia terhadap dua orang anak, yang satu diberikan kebebasan untuk menonton televisi, dan yang satu diajarkan untuk memilih hiburan yang lainnya. Hasilnya anak yang sering menonton televisi mengalami penurunan kecerdasan, emosional, dan moral. Sebaliknya anak yang tidak menonton televisi menjadi lebih cerdas, kreatif, dan cenderung mudah untuk menerima hal-hal yang baik. Pengaruh televisi pada orang dewasa adalah menjadi malas dan lebih cepat pikun.

5.Tanamilah kebun-kebun dan negeri anda. Ambillah hasil dari negeri sendiri. Makanlah dari kebun-kebun anda. Cintailah produk negeri anda sendiri, karena dengan begitu, maka anda akan tercegah dari pengaruh dari produk-produk mereka yang telah mereka racuni dengan bahan pengawet berbahaya atau bahan kimia berbahaya lainnya.

6.Jauhi hutang!! Jauhi Lintah Darat!! Hutang merupakan senjata utama subversi dan kontrol yang digunakan oleh gerakan Zionisme Internasional. Telah banyak contohnya. Kerajaan Perancis, yaitu saat Ratu Marie Antoinette yang jujur dan tegas melarang Freemasonry (Zionisme) difitnah telah berselingkuh dan berfoya-foya terhadap kekayaan kerajaan. Dan Kerajaan Inggris, yaitu Winston Churchill yang sebenarnya adalah anggota Illuminati yang berkedok sebagai “pahlawan” yang membuat hancur moral para bangsawan dan pejabat Kerajaan Inggris dengan seks bebas dan gaya hidup mewah dengan hutang. Karena hutang bunga-berbunga yang diberikan oleh keluarga Rothschild itulah ke dua kerajaan itu terpuruk hutang hingga saat ini! (Rothschild adalah satu keluarga Yahudi berpengaruh di kalangan gerakan Zionisme Internasional). Para Nabi sendiri sudah melarang umat-umatnya untuk berhutang dan menjauhi praktek riba.

7.Jika ingin berinvestasi, berinvestasilah di sesuatu yang riil. Hindari berinvestasi di tempat-tempat investasi yang tidak nyata barangnya. Investasi terbaik saat ini adalah anda bisa berinvestasi pada emas dan perak.

8.Akan terjadi krisis Ekonomi Pertanian! Perkuat ekonomi pangan anda. Misalnya dengan memiliki usaha komoditas pangan. Di masa-masa sulit ini akan terjadi krisis pangan yang sangat hebat, bahkan ada kemungkinan andapun akan mengalami kesulitan pangan!

9.Boikot Produk-Produk Zionisme Internasional!! Karena mereka bertahan hidup dengan mengandalkan keuntungan produk-produk mereka dan bunga hutang negara-negara penghutang terhadap IMF atau World Bank. Dengan memboikot produk mereka, maka kita akan dapat, bukan hanya memutus urat nadi mereka, bahkan menusuk jantung mereka!! Mulailah belajar mencintai produk-produk negeri anda sendiri. Dan kalaupun belum ada, kreatiflah anda dengan membuat produk-produk tandingan produk mereka.

10.Tetaplah tersenyum, karena dengan begitu mental mereka akan jatuh saat melihat kita.

11.Sebarkan berita ini kepada khalayak ramai!

Semoga Tuhan melindungi kita dan mengampuni dosa-dosa kita semua.

Kutipan :

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
“Rasulullah saw. bersabda: Inginkah kamu sekalian aku beritahukan tentang Dajjal, suatu keterangan yang belum pernah diceritakan seorang nabi kepada kaumnya? Sesungguhnya ia buta sebelah mata (bermata satu), ia datang dengan membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Maka apa yang dikatakannya surga adalah neraka dan aku telah memperingatkan kalian terhadapnya sebagaimana Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya.” (Shahih Muslim No.5227)

Sumber

January 10, 2009

Money as Debt part II: Sistem Keuangan Modern

Filed under: Money — mandrivalover @ 7:37 am
Tags: , , , ,

Selama bertahun-tahun, sistem fractional reserve dan jaringan bank-bank lokal yang didukung oleh bank sentral telah menjadi sistem keuangan yang dominan di seluruh dunia. Pada saat yang sama, sebagian kecil emas yang dibutuhkan untuk membackup uang kertas telah menyusut sampai tak berbekas. Sifat alami uang telah berubah. Di masa lalu, uang kertas dollar adalah kwitansi yang bisa ditebus dengan emas atau perak asli sejumlah yang tertulis di uang kertas itu. Sekarang, uang kertas tidak bisa ditukar emas atau perak, tapi hanya dengan uang kertas yang nilainya sama. Di masa lalu, kredit bank berbentuk surat utang dibuat sendiri oleh bank swasta, dimana masyarakat bisa menolaknya sebagai alat pembayaran seperti kita menolak cek dari seseorang. Di masa kini, kredit dari bank swasta bisa ditukarkan dengan mata uang fiat yang diterbitkan oleh pemerintah secara legal. Dollar, pound, rupiah, atau apapun yang dianggap sebagai uang. Mata uang fiat adalah uang yang diciptakan dengan fiat atau decree (ketetapan) pemerintah. Ketetapan yang menyatakan warga negara harus menerima uang fiat ini sebagai alat untuk membayar hutang, kalau tidak maka pengadilan bisa memutuskan bahwa warga negara tidak melaksanakan kewajibannya untuk membayar hutang. Sekarang pertanyaannya, jika pemerintah dan bank bisa menciptakan uang begitu saja, maka berapa banyak uang yang eksis?

Di masa lalu, jumlah total uang yang beredar di masyarakat dibatasi oleh jumlah sebenarnya dari komoditi apa saja yang digunakan sebagai uang. Contohnya, agar uang emas atau perak yang baru bisa diciptakan, maka harus lebih banyak lagi ditemukan tambang emas atau perak dan emas dan peraknya harus digali dari sana. Di masa kini, uang benar-benar diciptakan dari hutang. Uang-uang baru diciptakan kapanpun seseorang mengajukan pinjaman ke bank. Hasilnya, jumlah total uang yang bisa diciptakan hanya punya satu batasan nyata: jumlah total dari hutang itu sendiri.

Pemerintah menetapkan batasan yang tetap pada penciptaan uang baru dalam peraturan yang dinamakan fractional reserve requirements. Aturan ini tergantung dari situasi, berbeda-beda antar satu negara dengan negara lainnya dan berubah dari waktu ke waktu. Di masa lalu, biasanya bank harus menyediakan emas senilai satu dolar untuk menjaminkan 10 dolar kredit (uang kertas) yang baru diciptakan. Sekarang, fractional reserve requirements tidak mempergunakan perbandingan antara uang kertas baru dengan emas, tapi perbandingan antara kredit (uang kertas) baru dan kredit (uang kertas) lama yang tersimpan di bank. Hari ini, cadangan bank terdiri dari dua macam, yaitu uang yang diterbitkan oleh pemerintah yang dimiliki oleh bank dan tersimpan di bank sentral dan uang kertas yang disimpan di bank oleh penabung.

Untuk menggambarkan hal ini dengan cara yang mudah, bayangkan ada sebuah bank yang baru dibuka dan belum ada seorangpun yang menabung di sana. Tapi pendiri dan investor bank telah mengumpulkan sebesar $1.111,12 uang kertas lama yang disimpan di bank sentral. Perbandingan kredit vs cadangan adalah 9:1.

Langkah 1:

Pintu dibuka, dan bank menerima peminjam pertama. Dia butuh $10.000 untuk membeli mobil. Dengan perbandingan kredit vs cadangan adalah 9:1. Dengan perbandingan kredit vs cadangan sebesar 9:1, bank baru itu bisa meminjamkan sembilan kali dari jumlah uang lama milik bank yang disimpan di bank sentral yang disebut “high powered money”, yaitu $10.000 dengan jaminan janji penabung untuk membayar. $10.000 ini tidak diambil darimanapun, ini adalah uang baru yang diketikkan dengan mudahnya ke dalam rekening peminjam di komputer sebagai kredit bank. Si peminjam kemudian menulis cek untuk membeli mobil yang uangnya diambil dari rekening kredit peminjam

Langkah 2:

Penjual mobil kemudian menyimpan $10.000 baru ini di banknya. Tidak seperti “high powered money” yang disimpan di bank sentral. Uang baru ini tidak bisa dikalikan dengan perbandingan fractional reserve, sebagai gantinya uang baru ini dibagi dengan perbandingan fractional reserve. Dengan perbandingan 9:1, $9.000 pinjaman baru bisa diciptakan dari $10.000 yang baru disimpan disana.

Langkah 3:

Jika $9.000 baru ini disimpan oleh orang ketiga di bank yang sama atau bank yang lain, uang ini bisa digunakan untuk membuat pinjaman baru oleh bank sebesar $8.100

Seperti boneka rusia yang tiap lapisannya berisi adalah boneka yang lebih kecil, setiap uang baru yang disimpan bisa menciptakan rangkaian kredit baru yang jumlahnya menurun secara bertahap.

Sekarang, jika uang yang terbaru tidak disimpan di bank, proses ini berhenti. Ini adalah bagian yang tidak bisa diprediksi dari mekanisme penciptaan uang. Tapi kemungkinan besar, setiap uang baru akan disimpan di bank, dan proses penciptaan uang ini bisa berulang-ulang sampai hampir $100.000 uang baru tercipta.

Semua uang-uang baru ini diciptakan seluruhnya dari pinjaman. Seluruh proses ini bisa dilakukan hanya dengan uang milik bank sebesar $1.111,12 yang masih belum tersentuh di bank sentral. Tambahan lagi, di bawah sistem yang jenius ini,setiap bank harus melaporkan dalam pembukuannya bahwa jumlah uang yang disimpan di bank 10% lebih besar daripada uang yang dipinjamkan oleh bank. Oleh karena itu bank terus mencari penabung agar bisa meminjamkan lebih banyak. Hal ini untuk mendukung kesan yang umum, tapi salah, bahwa pinjaman berasal dari uang para penabung. Sekarang, jika pinjaman tidak disimpan di bank yang sama, maka tidak bisa dikatakan bahwa bank menggandakan $1.111,12 yang disimpan di bank sentral sebanyak 90 kali dengan menerbitkan kredit dari kehampaan. Tapi, sistem perbankan adalah suatu sistem tertutup, pinjaman di bank yang satu akan menjadi simpanan di bank lainnya dan sebaliknya. Jadi efeknya sama bila pinjaman langsung disimpan di bank yang sama. Artinya dengan $1.111,12 yang disimpan di bank sentral, bank bisa menarik bunga dari $100.000 yang mereka tidak pernah miliki.

Kalau semua hal itu kedengarannya konyol, bagaimana dengan yang ini. Pada beberapa tahun belakangan ini sebagai hasil dari lobby dari bank kepada pemerintah. Cadangan yang harus disimpan di bank sentral telah berkurang sampai $0 di beberapa negara. Selain itu perbandingan kredit vs cadangan lebih besar dari 9:1. Di beberapa bank dan rekening, rasio 20:1 atau 30:1 itu biasa bahkan dalam beberapa kasus bisa tanpa cadangan sama sekali. Baru-baru ini, bank menggunakan ongkos utang untuk menaikkan kredit vs cadangan, dan sekarang bank bisa menemukan cara untuk menghapus peraturan fractional reserve requirements seluruhnya (lihat Basel Accord II). Meskipun kedengarannya rumit, tapi realitas sebenarnya sangat sederhana, bank bisa meminjamkan uang sebanyak yang kita pinjam.

Meskipun US Mint mencetak banyak uang, uang yang dicetak US Mint hanya memenuhi 5% dari jumlah uang yang beredar di masyarakat. Sementara 95% sisanya tercipta ketika seseorang menandatangani surat janji untuk membayar kepada bank. Tambahan lagi, uang baru diciptakan dan dimusnahkan setiap hari ketika pinjaman baru diberikan dan pinjaman lama dibayarkan.

Semua itu hanya bisa diterapkan dalam sistem keuangan dengan kerjasama yang aktif dari pemerintah. Pertama, pemerintah membuat undang-undang yang menetapkan agar uang fiat dari pemerintah berlaku. Kedua, pemerintah mengijinkan kredit bank untuk dibayar dengan uang fiat dari pemerintah ini. Ketiga, pengadilan pemerintah mewajibkan hutang. Yang terakhir, pemerintah membuat peraturan yang melindungi kegunaan sistem keuangan ini dan kredibilitasnya kepada publik, sementara tidak melakukan apapun untuk memberitahukan darimana sebenarnya datangnya uang. Hal yang sebenarnya, ketika kita menandatangani kertas yang disebut surat utang atau KPR, jika kita tidak mampu bayar, maka aset yang dijadikan jaminan utang kita adalah satu-satunya benda yang mempunyai nilai dalam transaksi pinjam-meminjam tersebut.

Money as Debt part I : Asal Mula Bank

Filed under: Money — mandrivalover @ 7:25 am
Tags: , , , , ,

Dua misteri yang mendominasi kehidupan kita, cinta dan uang. Dimana arti cinta adalah suatu pertanyaan yang terus-menerus diexplorasi dalam cerita, buku, film, lagu, dan televisi. Tapi hal yang sama tidak bisa dilakukan untuk pertanyaan:”Apa itu uang?”. Tidak mengejutkan kalau teori moneter tidak menginspirasi film blockbuster manapun, tapi anehnya, hal ini juga tidak pernah disebutkan sekalipun di sekolah dimana kita belajar. Bagi kebanyakan orang, ketika disodori pertanyaan:” Darimana datangnya uang?” pikirannya langsung menuju ke sebuah lembaga pemerintah yang bertugas mencetak uang (Perum Peruri,Indonesia. US Mint,AS). Kebanyakan dari masyarakat percaya bahwa uang dicetak oleh pemerintah. Ini benar, tapi hanya sebagian. Logam dan kertas yang sehari-hari masyarakat anggap uang memang dicetak oleh lembaga pemerintah. Tapi sebagian besar uang tidak diciptakan oleh lembaga pemerintah, tapi diciptakan dalam jumlah yang sangat besar oleh badan swasta yang bernama bank.

Sebagian besar masyarakat percaya kalau bank meminjamkan uang yang dipercayakan pada bank oleh para penabung. Mudah dibayangkan, tapi ini tidak benar. Faktanya, bank menciptakan uang untuk dipinjamkan, bukan dari keuntungan mereka, bukan dari uang para penabung, tapi langsung dari janji debitur untuk membayar. Tanda tangan debitur di atas kertas surat utang, adalah kewajiban untuk membayar utang ditambah dengan bunga, dengan rumah, mobil, atau apapun sebagai jaminan. Ini adalah komitmen besar bagi debitur. Dengan tanda tangan ini, pihak bank bisa langsung menuliskan jumlah uang yang dipinjamkan ke rekening debitur. Kedengarannya tidak mungkin, tapi itu benar.

Untuk mengetahui bagaimana keajaiban perbankan modern ini bekerja, bayangkan cerita sederhana ini, cerita tentang tukang emas. Jaman dahulu kala, banyak benda-benda yang digunakan sebagai uang. Benda ini harus mudah dibawa dan harus banyak orang yang percaya atau sepakat bahwa benda ini nantinya bisa ditukarkan dengan barang lain yang benar-benar mempunyai nilai seperti makanan, tempat tinggal, atau ternak, dan lain-lain. Kulit kerang, biji coklat, batu berwarna, bahkan bulu burung digunakan sebagai uang. Emas dan perak, yang menarik, lunak, dan gampang dibentuk membuat banyak kebudayaan menjadi ahli dalam pembuatannya. Tukang emas menjual emasnya dengan mudah dalam bentuk koin. Kemurnian dari koin ini juga distandarisasi. Untuk melindungi emas-emasnya, tukang emas ini membangun ruang penyimpanan dari besi. Tidak lama kemudian, orang-orang yang memiliki koin emas meminta tukang emas untuk menyimpankan emas dan barang-barang berharga mereka dan si tukang emas mendapatkan sedikit koin emas sebagai biaya sewa atas ruang penyimpanannya. Satu tahun berlalu, dan tukang emas melakukan observasi ke jalan-jalan karena orang-orang yang dulu menitipkan emasnya jarang yang mengambil kembali emasnya dan mereka tidak pernah datang secara bersamaan. Ini disebabkan kwitansi yang ditulis si tukang emas sebagai bukti dan jumlah emas yang dititipkan, digunakan sebagai alat tukar di pasar seolah-olah emas itu sendiri. Kwitansi ini lebih mudah dibawa daripada koin emas yang lebih berat, dan nilainya pun tertulis langsung di kwitansi itu, lebih baik daripada emas yang harus dihitung satu persatu jika ingin membayar. Sementara itu, si tukang emas juga mempunyai bisnis lain, dia meminjamkan emasnya dan menarik bunga. Saat kwitansi deposit emas ini mulai diterima masyarakat sebagai alat tukar, para peminjam mulai meminta pinjaman dalam bentuk kwitansi deposit daripada koin emas yang berat. Saat perdagangan dan industri berkembang, lebih banyak lagi orang yang meminjam uang kepada si tukang emas. Tukang emas kemudian mendapat ide yang bagus, dia pikir, jika orang-orang yang menitipkan koin emas kepadanya jarang yang mengambil koin emasnya, maka dia bisa meminjamkan kwitansi atas koin-koin emas milik orang-orang yang dititipkan kepadanya. Asalkan pinjaman bisa dibayar, maka kwitansi emas inipun nantinya bisa dimusnahkan, dan barang bukti pun hilang. Sekarang, tukang emas bisa memperoleh keuntungan lebih besar dibandingkan jika dia hanya meminjamkan emasnya sendiri. Kemudian, selama bertahun-tahun, tukang emas menikmati keuntungan besar dari bunga yang diperoleh dari meminjamkan kwitansi deposit atas emas yang sebenarnya milik orang lain). Sekarang tukang emas ini lebih kaya dari orang-orang yang menitipkan emas kepadanya. Meskipun begitu, para depositor curiga kalau si tukang emas ini menggunakan koin emas mereka untuk digunakan sebagai pinjaman. Mereka kemudian ramai-ramai datang ke rumah si tukang emas dan mengancam akan menarik semua emas mereka jika si tukang emas tidak memberitahukan bagaimana cara dia mendapatkan kekayaan barunya. Kemudian yang terjadi adalah kebalikan dari apa yang mungkin dipikirkan orang-orang, hal ini tidak menjadi bencana bagi tukang emas. Hal ini terjadi karena emas-emas para depositor masih tersimpan aman di balik ruang besi tukang emas. Namun, bukannya menarik semua emas mereka, para depositor meminta tukang emas (selanjutnya saya menyebut tukang emas dengan bankir) untuk membagi pendapatannya kepada depositor sebagai kompensasi atas emas-emas yang digunakan sebagai pinjaman. Ini adalah awal mula dari perbankan. Bankir membayar bunga lebih rendah kepada para depositor dan mengenakan bunga lebih tinggi kepada para peminjam. Perbedaan bunga ini menutupi biaya operasional bank, dan sisanya disimpan sebagai keuntungan. Logika dari sistem ini sederhana dan hal ini nampaknya suatu cara yang masuk akal sebagai pemenuhan kebutuhan atas kredit. Tapi sistem ini tidak sama dengan sistem perbankan yang ada hari ini.

Sekarang si bankir tidak suka dengan keuntungannya yang berkurang karena sekarang harus dibagi dengan para depositor. Pada saat yang sama kebutuhan kredit meningkat karena bangsa Eropa sedang menyebar untuk mencari wilayah baru ke seluruh dunia. Sedangkan jumlah kwitansi yang bisa dipinjamkan dibatasi oleh jumlah koin emas yang ada dalam ruang penyimpanannya.

Saat itulah dia mendapat ide yang lebih berani. Karena tidak ada seorangpun selain dirinya sendiri yang tahu berapa jumlah emas yang ada di ruang penyimpanannya, dia bisa meminjamkan kwitansi atas koin emas yang bahkan tidak ada disana. Asalkan pemegang kwitansi emas tidak datang ke ruang penyimpanannya secara bersamaan, masyarakat tidak akan tahu. Sistem baru ini berjalan dengan baik, dan bankir menjadi luar biasa kaya dari bunga pinjaman dari kwitansi deposit emas yang emas-emasnya sama sekali tidak eksis.

Gagasan bahwa bankir menciptakan uang dari udara kosong masih terlalu tidak mungkin untuk dipercaya pada saat itu, sehingga bertahun-tahun lamanya skema ini tidak membuat masyarakat sadar apa yang terjadi. Tapi, besarnya jumlah pinjaman dan kekayaan yang dimiliki bankir sekali lagi menimbulkan kecurigaan. Sebagian peminjam mulai meminta emas asli daripada kwitansi yang ditulis oleh bankir. Rumor menyebar, dan beberapa depositor yang kaya tiba-tiba mulai datang dan meminta emas mereka. Akhirnya, permainan ini berakhir. Para pemegang kwintansi emas lain semua berdatangan dan meminta emas mereka. Pada akhirnya bankir memang tidak punya emas dan perak yang cukup untuk menebus kwitansi-kwitansi emas yang telah dia buat. Akhirnya sebagian besar orang yang datang belakangan hanya akan mendapatkan kertas sampah yang tidak ada harganya. Ini yang dinamakan “bank run”, dan hal inilah yang ditakuti semua bank. Fenomena ini meruntuhkan bank dan dan juga meruntuhkan kepercayaan publik terhadap bank, karena menciptakan uang dari udara kosong adalah sebuah kejahatan. Tapi volume kredit dalam jumlah besar yang ditawarkan oleh bank telah menjadi salah satu alasan utama keberhasilan perkembangan perdagangan Eropa. Jadi, bukannya dilarang, praktek ini dilegalkan dan diatur oleh undang-undang. Bank boleh meminjamkan uang yang banyaknya dibatasi oleh emas dan perak yang ada di dalam ruang penyimpanan bank. Meskipun begitu, jumlah uang yang dipinjamkan jauh lebih besar daripada jumlah emas yang ada di ruang besi bank. Biasanya jumlah uang yang dipinjamkan oleh bank 9 kali lebih besar daripada jumlah emas yang disimpan oleh bank. Jumlah perbandingan ini dijaga dengan inspeksi mendadak sewaktu-waktu. Dalam regulasi ini juga diatur ketika suatu bank lokal mengalami “keadaan darurat”, maka bank sentral akan segera menyuntikkan emas tambahan. Hanya jika bank-bank lokal mengalami “bank run” secara bersamaan, maka kredit-kredit bank akan pecah dan sistem ini akan jatuh.

Bersambung ke bagian II……….

December 9, 2008

Basel accord II dan hubungannya dengan krisis ekonomi

Filed under: Money — mandrivalover @ 6:02 pm
Tags: ,

Mulai tahun lalu Basel Accord II mulai diterapkan oleh bank-bank besar secara bertahap di seluruh dunia. Apa itu Basel Accord II? Basel Accord II itu semacam aturan fractional reserve requirement yang berbasis resiko. Bedanya dengan fractional reserve requirement yang lama adalah dulu misalnya bank ingin memberikan kredit sebesar $100 milyar maka bank hanya perlu menyediakan $10 milyar sebagai cadangan, sistem ini disebut dengan nominal based fractional reserve requirement. Di fractional reserve requirement yang baru ini aset bank di bagi 3 level, yaitu:

Level 1 antara lain surat hutang pemerintahan negara maju, seperti USA, Inggris, Euro, & Emas.
Level 2 antara lain surat hutang / obligasi korporat kualitas tinggi (rating AAA)
Level 3 antara lain surat hutang dengan rating lebih rendah (B atau C), sekuritisasi aset (KPR, otomotif, dll), kontrak Swap dll.

Modal yang diperlukan untuk membiayai ketiga level aset ini berbeda-beda:
Level 1 sebagai aset yang paling aman nyaris tidak perlu modal, misalnya hanya perlu mencadangkan $0.5 untuk setiap $100 aset yang bank miliki.
Level 2 sedikit lebih banyak, misalnya cadangan modal sampai $5 untuk setiap $100 aset yang bank miliki.
Level 3 adalah produk berisiko tinggi, cadangan modal yang diperlukan berbeda-beda tergantung produknya, bisa $10, $15, $20, $30, $50, bahkan sampai setinggi $100 untuk setiap $100 aset.

Aset di level 1 ini ada yang berbasis CDO (collateralized Debt Obligation) subprime. Seperti yang sudah diketahui CDO subprime awalnya berupa produk AAA. Namun karena banyaknya mortgage gagal bayar banyak produk CDO yang nilainya turun dan menjadi kertas sampah. Rating produk-produk ini pun menurun dan bank harus memperbesar cadangan modalnya kalau tidak mereka harus dinyatakan bankrut. Bank-bank besar yang sebelumnya hanya mencadangkan sedikit modal untuk produk-produk ini harus meningkatkan modalnya. Tapi bank-bank ini sudah dalam kondisi kekurangan uang. Hal inilah yang menyebabkan bank sentral di seluruh dunia kompak menyuntikkan dana trilliunan dolar ke dalam bank-bank besar tersebut. Tujuannya adalah membantu bank itu untuk memenuhi rasio kecukupan modal mereka sesuai dengan ketentuan capital accord yang baru. Kalau tidak bank-bank itu harus menyatakan bankrut.

Itulah mengapa pemerintah negara maju menutup mata terhadap perusahaan rating yang banyak memberikan rating palsu, rating AAA seolah-olah gratis, semua korporat dapat rating AAA dan seburuk-buruknya kinerja klien mereka (perusahaan) pasti dapat AAB atau AA-.Mengapa demikian? karena semakin tinggi rating yang diberikan maka modal perbankan yang diperlukan juga semakin sedikit.

Namun satu hal yang tidak kelihatan di banking book perbankan (neraca) adalah detail produk derivatif mereka. Produk ini biasanya dicatatkan di pembukuan yang lain, namanya trading book. Tetapi ada satu hal yang sangat luar biasa mengenai peraturan pencadangan modal mengenai produk derivatif, yaitu negatively correlating asset.

Bila bank menulis sebuah kontrak kepada beberapa pihak, dan pihak-pihak tersebut secara teori (menurut model komputer, marked to model) bisa saling meniadakan resiko, maka bank hanya perlu mencadangkan modal atas selisih resiko mereka.

Umpamanya bank memberikan pinjaman ke toko eskrim sebesar $10, dan memberikan pinjaman lain ke toko payung sebesar $11. Bukannya mencadangkan modal sebesar $21, bank hanya mencadangkan $1 atas 2 transaksi ini. Perusaaan eskrim dan payung adalah negatively correlating asset. Yang satu akan sukses di musim kemarau, dan kalau yang terjadi musim hujan, maka payunglah yang sukses. Luar biasa bukan? Mengapa bank suka melakukan hal ini? Karena semakin sedikit modal yang perlu dicadangkan, semakin besar leverage mereka. Ingat, leverage adalah kunci kekuatan dari fractional reserved system.

Selama tidak ada counterparty yang gagal bayar, skema ini tidak bermasalah, dan bank bahkan tidak perlu menyediakan modal untuk memfasilitasi produk derivatif ini, dan yang pasti angka-angka perdagangan derivatif ini tidak muncul di banking book (neraca) yang mereka berikan kepada publik setiap 3 bulanan itu.

Jadi ibaratkan trading book perbankan sebagai sebuah meja, meja itu harus balanced supaya modal perbankan tidak terpakai untuk produk-produk tersebut.

Krisis CDO subprime telah memicu ketidakseimbangan meja trading book perbankan negara maju. Model marked to model mereka tidak pernah teruji di dunia nyata, kalau ada counterparty yang ingkar janji, bankrut, atau gagal bayar, keseluruhan sistem ini akan runtuh.Setiap kali adalah aset di trading book yang membusuk, produk tersebut harus segera diganti dengan meterial baru supaya meja tersebut tidak runtuh. Material apa yang dipakai untuk “menyeimbangkan meja” sejak tahun lalu? Jawabannya adalah cash….

Sebelumnya ada Credit Default Swap (CDS) untuk melindungi para partisipan derivatif atas resiko gagal bayar counterparty mereka, dan dengan demikian mereka bisa terus menyembunyikan transaksi itu di trading book mereka. Tetapi sekarang CDS pun diragukan gunanya, buktinya AIG sudah jatuh. Alasan AIG dan perusahaan asuransi raksasa lainnya diselamatkan karena bila CDS yang ditulis mereka dinyatakan menjadi sampah, maka kontrak-kontrak derivatif akan dimasukkan di banking book (neraca) perbankan, dan bank-bank di negara maju sudah terlalu bangkrut untuk bisa menemukan puluhan trilyun dolar baru itu.
Solusi krisis yang diambil berbagai bank sentral sampai saat ini, di satu sisi bank sentral terus menginjeksi uang ke perbankan, dan di sisi lain perbankan terus menahan kredit untuk diberikan kepada publik. Bukan karena mereka sengaja ingin publik mati, tetapi karena mereka memang tidak punya cukup uang untuk memenuhi rasio kecukupan modal mereka lagi.

Itulah mengapa dollar terlihat menguat terhadap mata uang lain. Karena dollar-dollar di seluruh dunia digunakan untuk membiayai rasio kecukupan modal dari bank-bank yang sakit itu. Bukan karena memang ada perbaikan ekonomi AS sehingga ada modal masuk ke negara itu.

Sekarang bank-bank utama di Eropa dan Amerika punya hutang yang sebenarnya lebih kecil dari aset mereka. Karena suntikan dana dari bank sentral yang saat ini terus menerus, modal mereka terlihat masih positif. Tapi ketika nanti sektor rill dan lapangan pekerjaan terus memburuk, akan banyak debitur mereka yang gagal bayar. Oleh karena itu, rasio kecukupan modal mereka akan kembali negatif, dan kalau bank sentral menghentikan suntikan dananya, bank-bank itu bisa langsung tutup. Sekarang, di satu sisi bank-bank kebanjiran trilliunan uang baru, tapi di sisi lain masyarakat tidak punya akses kredit ke bank-bank komersial, hutang-hutang lama pun banyak yang tidak bisa di rollover. Sampai sejauh mana bank sentral bersedia mencetak uang untuk diberikan kepada perbankan (resiko hyperinflasi) untuk mempertahankan rasio kecukupan modal mereka? Sampai seberapa dalam bank komersial harus menahan kredit kepada publik dan tidak menciptakan resiko hyperdeflasi? Inilah yang terjadi sekarang di Amerika (atau dunia?). Mereka harus memilih, hiperdeflasi atau hiperinflasi. Hanya satu hal yang bisa dilakukan rakyat kecil pada saat ini. Yaitu menjaga sekuat tenaga nilai tabungan, untuk bangkit ketika krisis sudah pulih (kapan?)

December 7, 2008

Ternyata bank syariah sama busuknya dengan bank konvensional

Filed under: Money — mandrivalover @ 8:28 am
Tags: , ,

Sebelum kita melihat cara kerja bank syariah kita lihat dulu cara bank konvensional bekerja

Cara kerja bank konvensional:

Langkah 1:

Ada debitur yang mau meminjam uang kepada bank senilai $10.000. Dia mau menggunakan uang itu untuk membangun tempat usahanya.

Langkah 2:

Dari janji debitur itu untuk membayar, bank meminjamkan uang sebanyak $10.000. Uang ini bisa darimana aja. Dari uang pada penabung di bank itu, atau kalau belum ada penabung, bank bisa pinjam ke bank sentral 9 kali atau …. kali depositnya di bank sentral

Langkah 3:

Bank mengenakan bunga atas pinjaman ini, misalnya 10%. Artinya debitur harus membayar $11.000 ($1.000 nggak pernah diciptakan)

Sekarang bayangkan kalau hanya ada satu bank di dunia ini. Gimana debitur itu membayar kelebihan $1000 itu? Dia kan cuma pinjam $10.000

Praktek bank syariah agak berbeda, tapi intinya sama.

Langkah 1:

Debitur datang untuk meminta bank membangun gedung sebagai tempat usahanya. Misalnya diperkirakan gedung itu nilainya $10.000

Langkah 2:

Bank lalu menunjuk debitur tadi sebagai wakil dari bank untuk bernegosiasi dengan pengembang.

Langkah 3:

Pengembang setuju dan melakukan pembangunan gedung, namun gedung itu dibangun untuk bank karena bank yang membiayai pembangunan gedung itu dan tidak untuk debitur. Cara bank memperoleh uang untuk membangun gedung itu sama seperti bank konvensional

Langkah 4:

Setelah gedung itu selesai gedung itu jadi milik bank, dan debitur harus beli gedung itu seharga $11.000.

Disinilah letak persamaannya, bank syariah menagih kelebihan uang yang tidak dia ciptakan. Darimana debitur membayar kelebihan $1000 kalau hanya ada 1 bank syariah di dunia ini ?

Ada lagi cara yang lebih sederhana, bank akan meminjamkan $10.000 asalkan debitur bersedia membayar $10.000 dan memberikan $1.000 sebagai hadiah kepada bank. Bukannya ini sama dengan riba?

Kalaupun tidak riba (bank cuma ambil $10.000, bukan $11.000) praktek seperti ini sudah melanggar hadis Rasulullah saw yang ini:

Rasulullah saw melarang dua transaksi dalam satu akad (HR. Ahmad, al-Bazar dan ath-Thabrani)

dan ini

Tidak halal salaf dan jual beli, tidak halal dua syarat dalam satu jual beli, tidak halal keuntungan selama (barang) belum didalam tanggungan dan tidak halal menjual apa yang bukan milikmu (HR. an-Nasa’i, at-Tirmidzi dan ad-Daruquthni)

Lagipula kata teman saya bank apapun yang mempraktekkan fractional reserve banking pada dasarnya riba. Jadi hati-hati kepada yang namanya bank.

Juntrungan Krisis Subprime di Amerika Serikat

Filed under: Money — mandrivalover @ 7:40 am
Tags: , ,

Kalau Langit Masih Kurang Tinggi

Oleh: Dahlan Iskan

Meski saya bukan ekonom, banyak pembaca tetap minta saya ”menceritakan” secara awam mengenai hebatnya krisis keuangan di AS saat ini. Seperti juga, banyak pembaca tetap bertanya tentang sakit liver, meski mereka tahu saya bukan dokter. Saya coba:

Semua perusahaan yang sudah go public lebih dituntut untuk terus berkembang di semua sektor. Terutama labanya. Kalau bisa, laba sebuah perusahaan publik terus meningkat sampai 20 persen setiap tahun. Soal caranya bagaimana, itu urusan kiat para CEO dan direkturnya.

Pemilik perusahaan itu (para pemilik saham) biasanya sudah tidak mau tahu lagi apa dan bagaimana perusahaan tersebut dijalankan. Yang mereka mau tahu adalah dua hal yang terpenting saja: harga sahamnya harus terus naik dan labanya harus terus meningkat.

Perusahaan publik di AS biasanya dimiliki ribuan atau ratusan ribu orang, sehingga mereka tidak peduli lagi dengan tetek-bengek perusahaan mereka.

Mengapa mereka menginginkan harga saham harus terus naik? Agar kalau para pemilik saham itu ingin menjual saham, bisa dapat harga lebih tinggi dibanding waktu mereka beli dulu: untung.

Mengapa laba juga harus terus naik? Agar, kalau mereka tidak ingin jual saham, setiap tahun mereka bisa dapat pembagian laba (dividen) yang kian banyak.

Soal cara bagaimana agar keinginan dua hal itu bisa terlaksana dengan baik, terserah pada CEO-nya. Mau pakai cara kucing hitam atau cara kucing putih, terserah saja. Sudah ada hukum yang mengawasi cara kerja para CEO tersebut: hukum perusahaan, hukum pasar modal, hukum pajak, hukum perburuhan, dan seterusnya.

Apakah para CEO yang harus selalu memikirkan dua hal itu merasa tertekan dan stres setiap hari? Bukankah sebuah perusahaan kadang bisa untung, tapi kadang bisa rugi?

Anehnya, para CEO belum tentu merasa terus-menerus diuber target. Tanpa disuruh pun para CEO sendiri memang juga menginginkannya. Mengapa? Pertama, agar dia tidak terancam kehilangan jabatan CEO. Kedua, agar dia mendapat bonus superbesar yang biasanya dihitung sekian persen dari laba dan pertumbuhan yang dicapai. Gaji dan bonus yang diterima para CEO perusahaan besar di AS bisa 100 kali lebih besar dari gaji Presiden George Bush. Mana bisa dengan gaji sebesar itu masih stres?

Keinginan pemegang saham dan keinginan para CEO dengan demikian seperti tumbu ketemu tutup: klop. Maka, semua perusahaan dipaksa untuk terus-menerus berkembang dan membesar. Kalau tidak ada jalan, harus dicarikan jalan lain. Kalau jalan lain tidak ditemukan, bikin jalan baru. Kalau bikin jalan baru ternyata sulit, ambil saja jalannya orang lain. Kalau tidak boleh diambil? Beli! Kalau tidak dijual? Beli dengan cara yang licik -dan kasar! Istilah populernya hostile take over.

Kalau masih tidak bisa juga, masih ada jalan aneh: minta politisi untuk bikinkan berbagai peraturan yang memungkinkan perusahaan bisa mendapat jalan.

Kalau perusahaan terus berkembang, semua orang happy. CEO dan para direkturnya happy karena dapat bonus yang mencapai Rp 500 miliar setahun. Para pemilik saham juga happy karena kekayaannya terus naik. Pemerintah happy karena penerimaan pajak yang terus membesar. Politisi happy karena dapat dukungan atau sumber dana.

Dengan gambaran seperti itulah ekonomi AS berkembang pesat dan kesejahteraan rakyatnya meningkat. Semua orang lantas mampu membeli kebutuhan hidupnya. Kulkas, TV, mobil, dan rumah laku dengan kerasnya. Semakin banyak yang bisa membeli barang, ekonomi semakin maju lagi.

Karena itu, AS perlu banyak sekali barang. Barang apa saja. Kalau tidak bisa bikin sendiri, datangkan saja dari Tiongkok atau Indonesia atau negara lainnya. Itulah yang membuat Tiongkok bisa menjual barang apa saja ke AS yang bisa membuat Tiongkok punya cadangan devisa terbesar di dunia: USD 2 triliun!

Sudah lebih dari 60 tahun cara ”membesarkan” perusahaan seperti itu dilakukan di AS dengan suksesnya. Itulah bagian dari ekonomi kapitalis. AS dengan kemakmuran dan kekuatan ekonominya lalu menjadi penguasa dunia.

Tapi, itu belum cukup.

Yang makmur harus terus lebih makmur. Punya toilet otomatis dianggap tidak cukup lagi: harus computerized!

Bonus yang sudah amat besar masih kurang besar. Laba yang terus meningkat harus terus mengejar langit. Ukuran perusahaan yang sudah sebesar gajah harus dibikin lebih jumbo. Langit, gajah, jumbo juga belum cukup.

Ketika semua orang sudah mampu beli rumah, mestinya tidak ada lagi perusahaan yang jual rumah. Tapi, karena perusahaan harus terus meningkat, dicarilah jalan agar penjualan rumah tetap bisa dilakukan dalam jumlah yang kian banyak. Kalau orangnya sudah punya rumah, harus diciptakan agar kucing atau anjingnya juga punya rumah. Demikian juga mobilnya.

Tapi, ketika anjingnya pun sudah punya rumah, siapa pula yang akan beli rumah?

Kalau tidak ada lagi yang beli rumah, bagaimana perusahaan bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan penjamin bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan alat-alat bangunan bisa lebih besar? Bagaimana bank bisa lebih besar? Bagaimana notaris bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan penjual kloset bisa lebih besar? Padahal, doktrinnya, semua perusahaan harus semakin besar?

Ada jalan baru. Pemerintah AS-lah yang membuat jalan baru itu. Pada 1980, pemerintah bikin keputusan yang disebut ”Deregulasi Kontrol Moneter”. Intinya, dalam hal kredit rumah, perusahaan realestat diperbolehkan menggunakan variabel bunga. Maksudnya: boleh mengenakan bunga tambahan dari bunga yang sudah ditetapkan secara pasti. Peraturan baru itu berlaku dua tahun kemudian.

Inilah peluang besar bagi banyak sektor usaha: realestat, perbankan, asuransi, broker, underwriter, dan seterusnya. Peluang itulah yang dimanfaatkan perbankan secara nyata.

Begini ceritanya:

Sejak sebelum 1925, di AS sudah ada UU Mortgage. Yakni, semacam undang-undang kredit pemilikan rumah (KPR). Semua warga AS, asalkan memenuhi syarat tertentu, bisa mendapat mortgage (anggap saja seperti KPR, meski tidak sama).

Misalnya, kalau gaji seseorang sudah Rp 100 juta setahun, boleh ambil mortgage untuk beli rumah seharga Rp 250 juta. Cicilan bulanannya ringan karena mortgage itu berjangka 30 tahun dengan bunga 6 persen setahun.

Negara-negara maju, termasuk Singapura, umumnya punya UU Mortgage. Yang terbaru adalah UU Mortgage di Dubai. Sejak itu, penjualan properti di Dubai naik 55 persen. UU Mortgage tersebut sangat ketat dalam menetapkan syarat orang yang bisa mendapat mortgage.

Dengan keluarnya ”jalan baru” pada 1980 itu, terbuka peluang untuk menaikkan bunga. Bisnis yang terkait dengan perumahan kembali hidup. Bank bisa dapat peluang bunga tambahan. Bank menjadi lebih agresif. Juga para broker dan bisnis lain yang terkait.

Tapi, karena semua orang sudah punya rumah, tetap saja ada hambatan. Maka, ada lagi ”jalan baru” yang dibuat pemerintah enam tahun kemudian. Yakni, tahun 1986.

Pada 1986 itu, pemerintah menetapkan reformasi pajak. Salah satu isinya: pembeli rumah diberi keringanan pajak. Keringanan itu juga berlaku bagi pembelian rumah satu lagi. Artinya, meski sudah punya rumah, kalau mau beli rumah satu lagi, masih bisa dimasukkan dalam fasilitas itu.

Di negara-negara maju, sebuah keringanan pajak mendapat sambutan yang luar biasa. Di sana pajak memang sangat tinggi. Bahkan, seperti di Swedia atau Denmark, gaji seseorang dipajaki sampai 50 persen. Imbalannya, semua keperluan hidup seperti sekolah dan pengobatan gratis. Hari tua juga terjamin.

Dengan adanya fasilitas pajak itu, gairah bisnis rumah meningkat drastis menjelang 1990. Dan terus melejit selama 12 tahun berikutnya. Kredit yang disebut mortgage yang biasanya hanya USD 150 miliar setahun langsung menjadi dua kali lipat pada tahun berikutnya. Tahun-tahun berikutnya terus meningkat lagi. Pada 2004 mencapai hampir USD 700 miliar setahun.

Kata ”mortgage” berasal dari istilah hukum dalam bahasa Prancis. Artinya: matinya sebuah ikrar. Itu agak berbeda dari kredit rumah. Dalam mortgage, Anda mendapat kredit. Lalu, Anda memiliki rumah. Rumah itu Anda serahkan kepada pihak yang memberi kredit. Anda boleh menempatinya selama cicilan Anda belum lunas.

Karena rumah itu bukan milik Anda, begitu pembayaran mortgage macet, rumah itu otomatis tidak bisa Anda tempati. Sejak awal ada ikrar bahwa itu bukan rumah Anda. Atau belum. Maka, ketika Anda tidak membayar cicilan, ikrar itu dianggap mati. Dengan demikian, Anda harus langsung pergi dari rumah tersebut.

Lalu, apa hubungannya dengan bangkrutnya investment banking seperti Lehman Brothers?

Gairah bisnis rumah yang luar biasa pada 1990-2004 itu bukan hanya karena fasilitas pajak tersebut. Fasilitas itu telah dilihat oleh ”para pelaku bisnis keuangan” sebagai peluang untuk membesarkan perusahaan dan meningkatkan laba.

Warga terus dirangsang dengan berbagai iklan dan berbagai fasilitas mortgage. Jor-joran memberi kredit bertemu dengan jor-joran membeli rumah. Harga rumah dan tanah naik terus melebihi bunga bank.

Akibatnya, yang pintar bukan hanya orang-orang bank, tapi juga para pemilik rumah. Yang rumahnya sudah lunas, di-mortgage-kan lagi untuk membeli rumah berikutnya. Yang belum memenuhi syarat beli rumah pun bisa mendapatkan kredit dengan harapan toh harga rumahnya terus naik. Kalau toh suatu saat ada yang tidak bisa bayar, bank masih untung. Jadi, tidak ada kata takut dalam memberi kredit rumah.

Tapi, bank tentu punya batasan yang ketat sebagaimana diatur dalam undang-undang perbankan yang keras.

Sekali lagi, bagi orang bisnis, selalu ada jalan.

Jalan baru itu adalah ini: bank bisa bekerja sama dengan ”bank jenis lain” yang disebut investment banking.

Apakah investment banking itu bank?

Bukan. Ia perusahaan keuangan yang ”hanya mirip” bank. Ia lebih bebas daripada bank. Ia tidak terikat peraturan bank. Bisa berbuat banyak hal: menerima macam-macam ”deposito” dari para pemilik uang, meminjamkan uang, meminjam uang, membeli perusahaan, membeli saham, menjadi penjamin, membeli rumah, menjual rumah, private placeman, dan apa pun yang orang bisa lakukan. Bahkan, bisa melakukan apa yang orang tidak pernah memikirkan! Lehman Brothers, Bear Stern, dan banyak lagi adalah jenis investment banking itu.

Dengan kebebasannya tersebut, ia bisa lebih agresif. Bisa memberi pinjaman tanpa ketentuan pembatasan apa pun. Bisa membeli perusahaan dan menjualnya kapan saja. Kalau uangnya tidak cukup, ia bisa pinjam kepada siapa saja: kepada bank lain atau kepada sesama investment banking. Atau, juga kepada orang-orang kaya yang punya banyak uang dengan istilah ”personal banking”.

Saya sering kedatangan orang dari investment banking seperti itu yang menawarkan banyak fasilitas. Kalau saya mau menempatkan dana di sana, saya dapat bunga lebih baik dengan hitungan yang rumit. Biasanya saya tidak sanggup mengikuti hitung-hitungan yang canggih itu.

Saya orang yang berpikiran sederhana. Biasanya tamu-tamu seperti itu saya serahkan ke Dirut Jawa Pos Wenny Ratna Dewi. Yang kalau menghitung angka lebih cepat dari kalkulator. Kini saya tahu, pada dasarnya dia tidak menawarkan fasilitas, tapi cari pinjaman untuk memutar cash-flow.

Begitu agresifnya para investment banking itu, sehingga kalau dulu hanya orang yang memenuhi syarat (prime) yang bisa dapat mortgage, yang kurang memenuhi syarat pun (sub-prime) dirangsang untuk minta mortgage.

Di AS, setiap orang punya rating. Tinggi rendahnya rating ditentukan oleh besar kecilnya penghasilan dan boros-tidaknya gaya hidup seseorang. Orang yang disebut prime adalah yang ratingnya 600 ke atas. Setiap tahun orang bisa memperkirakan sendiri, ratingnya naik atau turun.

Kalau sudah mencapai 600, dia sudah boleh bercita-cita punya rumah lewat mortgage. Kalau belum 600, dia harus berusaha mencapai 600. Bisa dengan terus bekerja keras agar gajinya naik atau terus melakukan penghematan pengeluaran.

Tapi, karena perusahaan harus semakin besar dan laba harus kian tinggi, pasar pun digelembungkan. Orang yang ratingnya baru 500 sudah ditawari mortgage. Toh kalau gagal bayar, rumah itu bisa disita. Setelah disita, bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi dari nilai pinjaman. Tidak pernah dipikirkan jangka panjangnya.

Jangka panjang itu ternyata tidak terlalu panjang. Dalam waktu kurang dari 10 tahun, kegagalan bayar mortgage langsung melejit. Rumah yang disita sangat banyak. Rumah yang dijual kian bertambah. Kian banyak orang yang jual rumah, kian turun harganya. Kian turun harga, berarti nilai jaminan rumah itu kian tidak cocok dengan nilai pinjaman. Itu berarti kian banyak yang gagal bayar.

Bank atau investment banking yang memberi pinjaman telah pula menjaminkan rumah-rumah itu kepada bank atau investment banking yang lain. Yang lain itu menjaminkan ke yang lain lagi. Yang lain lagi itu menjaminkan ke yang beriktunya lagi. Satu ambruk, membuat yang lain ambruk. Seperti kartu domino yang didirikan berjajar. Satu roboh menimpa kartu lain. Roboh semua.

Berapa ratus ribu atau juta rumah yang termasuk dalam mortgage itu? Belum ada data. Yang ada baru nilai uangnya. Kira-kira mencapai 5 triliun dolar. Jadi, kalau Presiden Bush merencanakan menyuntik dana APBN USD 700 miliar, memang perlu dipertanyakan: kalau ternyata dana itu tidak menyelesaikan masalah, apa harus menambah USD 700 miliar lagi? Lalu, USD 700 miliar lagi?

Itulah yang ditanyakan anggota DPR AS sekarang, sehingga belum mau menyetujui rencana pemerintah tersebut. Padahal, jumlah suntikan sebanyak USD 700 miliar itu sudah sama dengan pendapatan seluruh bangsa dan negara Indonesia dijadikan satu.

Jadi, kita masih harus menunggu apa yang akan dilakukan pemerintah dan rakyat AS. Kita juga masih menunggu data berapa banyak perusahaan dan orang Indonesia yang ”menabung”-kan uangnya di lembaga-lembaga investment banking yang kini lagi pada kesulitan itu.

Sebesar tabungan itulah Indonesia akan terseret ke dalamnya. Rasanya tidak banyak, sehingga pengaruhnya tidak akan sebesar pengaruhnya pada Singapura, Hongkong, atau Tiongkok.

Singapura dan Hongkong terpengaruh besar karena dua negara itu menjadi salah satu pusat beroperasinya raksasa-raksasa keuangan dunia. Sedangkan Tiongkok akan terpengaruh karena daya beli rakyat AS akan sangat menurun, yang berarti banyak barang buatan Tiongkok yang tidak bisa dikirim secara besar-besaran ke sana. Kita, setidaknya, masih bisa menanam jagung.(*)


Sumber: Jawa Pos – Minggu, 28 September 2008

December 1, 2008

The hell called “Globalization”

Filed under: Money — mandrivalover @ 1:03 am
Tags: , , ,

October 16, 2008

Trading hari Rabu 15 Oktober 2008

Filed under: Trading hari ini — mandrivalover @ 1:05 am

Trading GBPUSD @ 1.7545

SL @ 1.7646

TP @ 1.7385

Hasil:

October 10, 2008

Trading hari jumat 10 oktober 2008

Filed under: Trading hari ini — mandrivalover @ 11:06 pm

Sell GBPUSD @ 1.7114

SL 1.7266

TP 1 @ 1.6833

TP2 @ 1.6788

Hasil:

Karena nggak sempet majuin SL :(

October 8, 2008

Trading hari Rabu 8 Oktober 2008

Filed under: Trading hari ini — mandrivalover @ 3:03 pm

Buy GBP/USD @ 1.7474

TP 1 1.7617

TP 2 1.7695

SL 1.7305

Hasil:

Next Page »

Blog at WordPress.com.